Masih Ada Kantung Mantan Anggota PKI di Cianjur

0
217

PATAS.ID, Cianjur – Dandim 0608 Cianjur, Letkol Arm Imam Haryadi, menyatakan bahwa di Cianjur masih terdapat kantung-kantung mantan anggota Partai Komunis Indonesia‎ (PKI). Namun untuk mengantisipasi muncul kembalinya PKI, dia mengimbau warga untuk memahami lebih dalam Ideologi Pancasila.

Menurut Imam, secara berkala, pihaknya ‎melakukan pendataan para anggota PKI yang berada di Cianjur. Meskipun di Kota Santri jumlahnya tak begitu banyak. “‎Pasti ada pendataan, disisir titiknya di mana saja,” ujarnya saat ditemui di Mapolres Cianjur, Senin (3 Oktober).

Namun menurut Imam, keberadaan para anggota PKI tersebut tidak untuk membentuk suatu gerakan atau tindakan. Pasalnya para anggota PKI di Cianjur seperti halnya sel mati.

“Mereka ini hanya sel-sel mati. Adapun waktu ini diskusi para kelurga dan anggota PKI di Cianjur bukan ‎asli orang Cianjur, tapi orang luar kota yang menggelar kegiatan di sini. Itupun dibubarkan oleh kelompok masyarakat.”

Untuk mengantisipasi menyebr kembalinya ideologi yang dibawa oleh PKI, menurut Imam, warga harus lebih mendalami arti dari ideologi Pancasila yang merupakan ideologi bangsa Indonesia.

“Selama ini Pancasila seringkali digoyahkan dengan munculnya ideologi baru, tapi tak pernah tergantikan karena isi dan maknanya yang kuat. Pancasila pun menjadi wujud dari Indonesia yang Bhineka Tunggal Ika.”

Momentum Hari Kesaktian Pancasila lalu, lanjut Imam, merupakan saat dimana warga Indonesia harus lebih mengenal ideologi bangsanya. “Saya berharap ideologi Pancasiltetap melekat dan dipahami oleh rakyatnya, khususnya warga Kabupaten Cianjur.”

‎Pemerintah Kabupaten Cianjur menggelar upacara peringatn Hari Kesaktian Pancasila di halaman Pendopo Cianjur, Senin (3 Oktober). Upacara yang dimulai pda pukul 07.30 WIB tersebut dipimpin Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar ‎sebagai Inspektur Upacara, dengan dihadiri oleh Anggota DPRD Kabupaten Cianjur, Kepala Orgnissi Perangkat Daerah (OPD), siswa SD, SMP, dan SMA, serta anggota TNI. (isl)

Comments

comments