Kopi Sarongge dengan After Taste Nan Manis

0
336

PATAS.ID, Cianjur – Kampung Sarongge Desa Ciputri Kecamatan Pacet kini punya produk baru yang mulai dikembangkan, yaitu kopi. Meski sulit mengubah pola petani yang terbiasa menanam sayuran ke kopi, namun potensi peningkatan yang ditawarka‎n mulai dilirik. Bahkan hal itu diharapkan mengembalikan Cianjur kepada kejayaan produksi kopi.

Tosca Santoso, pengembang Kampung Sarongge sekaligus perwakilan dari PT Wahana Development Indonesia, mengatakan, warga sarongge perlu opsi baru dalam meningkatkan ekonomi tanpa kembali berpaku pada sektor pertanian sayuran.

“Sejak mereka mau untuk tidak lagi bertani di area hutan milik taman nasional, lahan garapan jadi minim. Makanya kalau terus mengandalkan sayuran tidak akan ada peningkatan, dan kami pun coba untuk mengarahkan warga ke sektor pertanian,” ujarnya.

Sebanyak 30 ribu benih kopi disebarkan kepada warga untuk ditanam. Meski tak dibuat lahan khusus, tanaman kopi itu sekarang bisa menyebar sampai 20 hektar. “Ditanamnya memang tidak khusus, tapi tumpang sari. Meski begitu lahannya cukup luas.”

Menurut Tosca, kopi Sarongge punya ciri khas yang unik, dimana rasanya masam seperti wine. Namun pada akhirnya akan terasa manis.

“Jadi after taste-nya manis, ini yang jadi keunikan kopi sarongge. Sayangnnya karena produksi asih terbatas jadinya banyak yang belum bisa merasakan kopi sarongge. Padahal banyak yang mau coba.”

‎Rencananya, lanjut Tosca, tahun depan para petani kopi sudah mulai bisa melakukan panen kopi yang dilanjutkan untuk percobaan pengolahan.

“Bukan hanya panen tapi nanti akan ada pengolahannya. Pasarnya pun sudah kami siapkan. Kami yakin kopi Sarongge dengan jenis arabika ini bisa setara dengan kopi-kopi‎ lainnya.”

BPD Ciputri‎, Syarif Abdul Karim, mengatakan, pihaknya mendorong warga untuk dapat terbuka dengan hal baru, terutama yang dapat meningkatkan ekonomi warga di luar sayuran.

“Memang butuh waktu tapi warga sudah mau berubah untuk menerima hal baru, termasuk penanaman kopi. Cianjur dulu punya sejarah yang baik sebagai produsen kopi dunia, dan saya berharap sarongge juga bisa jadi motor mengembalikan sejarah tersebut,” tandasnya. (isl)

Comments

comments