105 Peternakan Ayam Tak Berizin Akan Ditindak

0
231

PATAS.ID, Cianjur – Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (BPPTPM) Kabupaten Cianjur akan segera mengeluarkan surat peringatan dan bahkan penindakan terhadap peternakan tak berizin di Cianjur. Pasalnya, berdasarkan data yang ada di BPPTPM, hanya 10 perusahaan dalam bentuk CV/PT yang berizin, sementara 105 perusahaan rakyat atau skala kecil yang tak berizin. Bahkan setelah diimbau awal 2016 lalu, seratusan perusahaan itu tak menunjukan itikad baik untuk mengurus izin.

Kepala Bidang Informasi Pendaftaran dan Pengaduan BPPTPM Kabupaten Cianjur, Muzani Saleh, mengakui pihaknya sejauh ini belum pernah melakukan langkah penertiban izin ternak, baik pengawasan dan penertiban terhadap perusahaan berizin atau yang tidak berizin. Ditambah lagi, perusahaan peternakan di Cianjur tak pernah melaporkan perluasan usaha ternak sesuai dengan Permentan Nomor 404 Tahun 2002 yang mengatur tentang pedoman perizinan dan pendaftaran usaha peternakan.

Dalam peraturan tersebut, salah satu poin penting yang perlu disoroti adalah para pemilik atau pengusaha yang bergerak dibidang peternakan, per tiga bulan sekali wajib melapor ke badan perizinan. Diantaranya mengenai pengembangan perluasan usaha peternakan. Perluasan dalam artian adalah penambahan jenis dan atau jumlah ternak di atas yang telah diizinkan.

“Sejak dilakukan pendataan dan pemerian imbauan melalui pemerintah desa, peternakan ini tak mengindahkan. Mayoritas dari mereka tettap berproduksi tanpa memproses izin,” ujar Muzani, Kamis (22 September).

Muzani menuturkan, dalam Permentan telah dijelaskan bahwa pihak perusahaan harus memberi laporan sejauh mana pengembangan perusahaannya. Namun sejauh ini belum ada yang menunaikan kewajiban tersebut.

peternakan-ayam-cianjurBahkan dalam peraturan tersebut sudah diatur perusahaan skala besar dan kecil harus mengantongi izin, dengan klasifikasi, bagi usaha ayam di bawah 10.000 ekor, masuk dalam skala perusahaan rakyat. Di atas 10.000 ekor masuk ke dalam izin usaha peternakan dalam bentuk CV/PT.

“Mau kecil atau besar, harus berizin. Mereka juga wajib melaporkan jika ada perluasan, sebab perlu dilakukan site plan ulang jika terjadi pengembangan, dengan kembali mengurus izin perluasan usaha peternakan. Jangan-jangan awalnya hanya 10 kandang, ternyata bertambah mencapai 70 kandang.”

Muzani mengungkapkan, kurangnya tenaga pengawas serta sarana dan prasarana yang belum memadai menyebabkan lemahnya pengawasan perizinan. Meskipun begitu, tuturnya, pengawasan tak serta merta tanggung jawab penuh BPPTPM.

“Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Kabupaten Cianjur pun turut andil mengawasi usaha ternak, terutama peternakan rakyat. Imbauan agar pelaku usaha berizin resmi perlu dilakukan. Usaha ternak ayam di Cianjur kebanyakan tersebar di Kecamatan Mande dan Cianjur bagian selatan,” ujarnya seraya menambahkan bahwa dari data yang dihimpun, rata-rata untuk perusahaan rakyat tak memiliki izin usaha peternakan ayam.

“Seharusnya dilakukan pengawasan juga oleh dinas/instansi yang terkait. Seperti salah satu perusahaan di Kecamatan Takokak, saat dicek ternyata mereka ketahuan menambah populasi ayam mencapai 250.000 ekor. Padahal izin awal hanya 10.000 ekor dan izin perusahaan pun telah habis. Oleh kami diimbau untuk segera melaporkan penambahan perluasan dan melakukan perpanjangan izin. Bahkan rencananya mereka akan buat peternakan baru di Warungkondang, jelas kami akan tolak perizinannya sebab yang Takokak pun belum diurus.”

Namun dia menuturkan jika ada lima perusahaan yang mau memproses izin, tapi persyaratan untuk izin lingkungan dari Pemkab masih kurang. “Kami kembalikan untuk dilengkapi,” kata dia.

Muzani menambahkan pihaknya segera akan memberikan surat peringatan serta sanksi tegas bagi mereka yang tidak memproses izin, termasuk perusahaan besar. “Seperti halnya PT Ql Agrofood, izinnya sudah habis dan sedang proses perpanjangan. Tapi karena ada syarat dari Bupati jika mereka harus terlebih dahulu memperbaiki pengolahan limbah, kami belum keluarkan. Jika akhir bulan ini tak menunjukan progres perbaikan, maka akan ditutup sementara. itu juga berlaku bagi seratusan peternakan lain yang tak berizin,” kata dia. (isl)

Comments

comments