Perekaman E-KTP Diperpanjang Hingga Pertengahan 2017

0
213

PATAS.ID, Cianjur – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memperpanjang target perekaman e-KTP hingga pertengahan 2017 mendatang. Sebelumnya, melalui surat edaran Kemendagri Nomor 100/7578/Dukcapil, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Cianjur ditargetkan untuk percepat perekaman KTP-el hingga 30 September 2016.

Hal itu diungkapkan Kepala Disdukcapil Kabupaten Cianjur, Moch Ginanjar. Menurutnya target yang terlampau banyak tidak mungkin diselesaikan dalam waktu yang singkat.‎ “Target masih banyak yang harus lakukan perekaman. Jelang akhir September, baru 32.000 perekaman,” ungkapnya.

Meskipun diberikan waktu perpanjangan, pihaknya terus berupaya mengejar target. Warga juga diimbau agar segera melakukan perekaman. Pasalnya batas waktu perpanjangan bisa saja berubah, jika evaluasi dari Kemendagri akhir September nanti keluar.

“Meski diperpanjang, tetapi dalam rangka percepatan, kami imbau terus warga lakukan perekaman. Ke setiap camat pun diminta untuk aktif agar perekaman bisa rampung. Kalau bisa akhir 2016 bisa selesai.”

Menurut Ginanjar, dalam waktu tersebut minimal 100.000 penduduk dari target yang ditentukan telah lakukan perekaman hingga akhir September nanti, supaya pelayanan publik yang berkaitan dengan dokumen kependudukan di Cianjur berjalan sesuai harapan.

“Kami tetap fokus kejar target, soalnya ini berkaitan dengan pelayanan kependudukan. Jemput bola ke tiap desa terus kami lakukan.”

Antrean warga yang akan membuat e-KTP meluber hingga keluar kantor.
Antrean warga yang akan membuat e-KTP meluber hingga keluar kantor.

Ginanjar menuturkan, perpanjangan batas waktu perekaman disebabkan sisa target hingga akhir September nanti mencapai 22 juta di seluruh Indonesia. Selain itu, ada kebijakan dari pusat mengingat kendala teknis dan nonteknis yang menjadi penghambat percepatan.

Pencetakan e-KTP pun kerap mengalami sejumlah masalah. Sebanyak 1.728 KTP rusak dan tidak bisa digunakan. Diduga chip-nya rusak sehingga warga fungsinya sama seperti KTP manual.

“Kemarin sudah lakukan pencetakan, ternyata ada 1.728 KTP tak bisa dipakai, mungkin chipnya tidak berfungsi. Jika diserahkan ke warga, fungsinya sama saja seperti KTP manual. Harus dilakukan pencetakan ulang, karena data-data yang ada di dalam nanti tidak bisa terbaca media center bahwa warga itu telah lakukan perekaman,” tuturnya. (isl)

Comments

comments