Pick Up Rusak Berat Ditabrak Kereta Api Siliwangi

0
204

CIANJUR – Sebuah mobil pick up rusak berat setelah ditabrak Kereta Api Siliwangi di perlintasan tanpa palang pintu di Kampung Cageunang Desa Sukamaju Kecamatan Cianjur, Rabu (14 September) siang. Akibat kejadian itu, Abdul Manaf (45 tahun), sopir pick up, mengalami luka berat dan dibawa ke RSUD Cianjur untuk mendapatkan perawatan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian tersebut bermula ketika mobil pick up bernopol F 8390 WL melaju dari Jalan Siliwangi ke salah satu jalan di kampung tersebut. Saat melintas rel tanpa palang pintu, ternyata dari arah Sukabumi menuju Cianjur melaju KA Siliwangi. Jarak yang sudah begitu dekat membuat sopir tidak bisa menghindar dan masinis pun tak bisa menghentikan laju kereta.

“Jadi jaraknya sudah terlalu dekat sehingga tabrakan tidak bisa terhindarkan. Lokomotif pun menabrak bagian depan mobil hingga rusk berat,” ujar Kanit Laka Lantas Polres Cianjur, Ipda Sunarta, saat ditemui di lokasi kejadian.

Lantaran laju kereta api yang cukup cepat, mobil pun terdorong ke arah belakang hingga menabrak tembok rumah milik Budi, warga Kampung Cageunang RT 01/04 hingga jebol selebar tiga meter.

“Meski tertabrak dan terbentur ke tembok rumah warga, sopir selamat, hanya mengalami luka. Sopir sudah dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan perawatan.”

Sunarta menambahkan, Polres Cianjur bakal mendorong pihak PT Kereta Api Indonesia khususnya Daops 2 Bandung untuk memasang palang pintu atau menempatkan petugas di sejumlah titik perlintasan yang belum memiliki palang pintu. Pasalnya di perlintasan tanpa palang pintu sering terjadi kecelakaan, baik kendaraan atau manusia yang tertabrak kereta.

“Setidaknya sediakan petugas yang berjaga, jangan dibiarkan kosong. Tidak semua warga tahu jadwal kedatangan kereta. Mungkin ini baru yang pertama di 2016, tapi dikhawatirkan ada kejadian serupa jika dibiarkan terus.”

Seorang warga setempat, Agus (49 tahun), mengaku khawatir akan tidak adanya palang pintu di Kampung Cageunang. Terlebih jika anak-anak sedang melintas, ditakutkan menimbulkan korban jiwa. “Kalau bisa secepatnya ditindaklanjuti, jangan sampai sudah ada korban jiwa baru ada perhatian,” tandasnya.

Sementara itu, pihak PT KAI belum bisa dikonfirmasi. Setelah dihubungi sekian kali, kepala stasiun tidak kunjung menjawab. (isl)

Comments

comments