Pasca Idul Adha, Harga Sayur dan Daging Naik Signifikan

0
172
HARGA KOMUDITAS SAYURAN PASCA LEBARAN

CIANJUR – Pasca Idul Adha, harga sayur dan daging di pasar Cianjur mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Minimnya stok dan adanya permainan bandar dinilai jadi faktor naiknya harga sebelum dan sesudah Idul Adha.

Entin (35 tahun), salah seorang pedagang sayur di Pasar Rakyat Warungkondang, mengatakan bahwa kentang menjadi salah satu komoditi yang harganya naik. Dari yang semula 18 ribu rupiah per kilogram menjadi 24 ribu rupiah per kilogram. Di samping itu, cabai jenis tanjung mengalami kenaikan tertinggi, dari yang semula 35 ribu per kilogram, kini naik sampai 60 ribu rupiah per kilogram.

“Naiknya sepekan sebelum Idul Adha. Cabai tanjung yang paling tinggi, karena biasanya banyak yang pakai buat masak. ‎Kan warnanya lebih merah tapi enggak pedas,” jelas Entin.

Namun Entin mengaku tidak tahu penyebab kenaikan harga tersebut, sebab jika dari toko, dia mengatakan stok tetap aman. “Stok mah cukup, mungkin permainan bandar. Karena banyak yang butuh jadi dinaikan,” kata dia.

Tidak hanya sayur dan bumbu dapur, harga daging di Pasar Muka juga ‎mengalami kenaikan. Ihsan (38 tahun), pedagang daging sapi, mengatakan bahwa harga daging sejak dua hari sebelum Idul Adha mulai naik dari 110 ribu menjadi 120 ribu rupiah. “Memang naik, tapi tidak terlalu tinggi,” ungkapnya.

Menurut Ihsan, meski harga tinggi dan warga sudah memiliki suplai daging sapi dari kurban, penjualan tetap tinggi. Pasalnya para pedagang bakso mengalami peningkatan penjualan yang juga berdampak bagi penjual daging sapi.

“Biasanya sehari sekuintal, sekarang bisa lebih. Yang beli kebanyakan tukang bakso, kan kalau momen Idul Adha atu Idul Fitri bakso diserbu pembeli. Makanya Idul Adha tidak begitu berpengaruh buat pedagang daging sapi.”

Hal yang sama diungkapkan Ade Solihin (40 tahun), pedagang daging ayam. Ade mengatakan harga hingga sehari pasca Idul Adha masih cukup tinggi, yakni 38 ribu rupiah per kilogram dari yang semula 32-34 ribu rupiah per kilogram.

“Sudah mah naik, stok juga kurang soalnya pemotong libur. Jadi harga ayam tinggi.”

Kenaikan harga diperkirakan bertahan sampai sepekan ke depan. “Kayanya kuat sepekan baru bisa turun lagi,” ujar Ade.

Sementara itu Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Cianjur, Judi Adi Nugroho, menuturkan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan dan upaya penyetabilan harga. Walaupun naik, tapi pihaknya menjadi tidak akan signifikan.

“Cianjur ini selalu jadi yang pling sta‎bil kalau urusan harga. Pasti ada kenaikan, tapi hanya sedikit. Ke depan akan kami terus upayakan agar harga stabil meski di hari-hari besar,” Ade menenangkan. (isl)

Comments

comments