Ngaos Mamaos Maenpo Harus Dilestarikan

0
224

CIANJUR – Tak ada yang tahu kapan pastinya istilah tiga pilar budaya Cianjur (Ngaos, Mamaos, Maenpo) dikukuhkan. Meski begitu, para sejarawan dan budayawan Cianjur menilai ketiganya harus tetap dilestarikan dan tidak perlu ditambah dengan istilah budaya lainnya.

Sejarawan cianjur, Pepet Johar mengatakan, istilah tiga pilar budaya sudah dikenal sejak lama. Namun baru-baru ini ketianya dikenal luas dan menjadi ikon Cianjur.

“Ketiganya ada dalam waktu yang berbeda. Melihat geliatnya di Cianjur begitu bagus dijadikanlah tiga pilar budaya. Tapi untuk tahun pastinya kapan ketiganya dikukuhkan belum tahu,” papar Pepet.

Meski begitu, menurut Pepet, warga Cianjur harus tahu filosofi dari masing-masing budaya, mulai dari Ngaos, Mamaos, hingga Maenpo. Jika tidak mengenal makna di dalamnya, lanjut dia, maka tidak akan timbul rasa bangga terhadap pilar tersebut.

“Sama halnya ketika ditanyakan pancasila, apa makna dari sila pertama? Begitu juga Ngaos Mamaos Maenpo, apa itu Ngaos? Apa itu Mamaos? Dan apa itu Maenpo? Tidak akan banyak yang tahu karena filosofi di dalamnya jarang dikemukakan.”

‎Bahkan, Pepet kurang setuju dengan penambahan budaya kecianjuran yang setara dengan tiga pilar tersebut. Pasalnya, budaya bukan masalah kuantitas melainkan kualitas dan makna yang terkandung di dalamnya.

“Kalau begitu kami juga bisa kritis, kenapa pancasila tidak ditambah saja? Kenapa lambang dalam pancasila harus yang sekarang tidak juga diubah. Kenapa harus dikaitkan antara budaya dengan angka yang dianggap membawa keberuntungan atau lainnya. Biarkan tiga pilar budaya tetap begitu, tidak perlu diubah atau ditambah lagi,” tuturnya. (isl)

Comments

comments