Jurus Maenpo Cianjur: Cepat Mematikan Namun Halus

0
250
Men Pencak Silat Match Malaysia vs Vietnam

CIANJUR – ‎Maenpo merupakan pencak silat asli Cianjur yang dikenal pecinta beladiri di Indonesia bahkan dunia. Gerakan jurusnya yang cepat, mematikan, namun halus membuat beladiri ini cukup disegani mesti tak memperlihatkan daya tarik dari segi keindahan gerak layaknya beladiri lain.

Banyak pemahaman atau arti dari kata maenpo, yakni maen poho, maen poekoelan, dan lainnya. Namun apapun itu, maenpo tetaplah maenpo dengan tiga aliran asli Cianjur.

Pelestari maenpo aliran Cikalong, Aziz Asy’ari, menjelaskan bahwa sejak awal berdirinya di Cianjur, pencak silat sudah menjadi tradisi. Namun seiring berjalannya waktu, mulai muncul aliran-aliran yang kini dikenal dengan maenpo.

Menurutnya, maenpo tidak berarti hanya satu aliran silat, melainkan terdiri dari tiga, yakni aliran Sahbandar, Cimande, dan Cikalong. Ketiganya memiliki karakter atau jurus yang berbeda satu sama lain.

“Kalau untuk Sahbandar dikenal dengan kegesitan dan kelincahannya, Cimande dengan kekuatannya yang mematikan, sementara Cikalong dikenal dengan kelembuta‎n gerakan tapi mampu melumpuhkan lawan tanpa melukainya,” terangnya.

Maenpo Cikalong, lanjut Aziz, disebarkan pertama kalinya oleh Raden Ibrahim setelah belajar ilmu silat ke berbagai perguruan di Indonesia. Awalnya, gerakan maenpo Cikalong sama kerasnya, namun seiring waktu Raden Ibrahim mulai menuangkan konsep keislaman dalam aliran beladiri.

“Dulu setiap keturunan menak atau raja itu mayoritas juga ulama. Dalam ajaran Islam kekerasan itu dilarang kecuali dalam kondisi tertentu. Makanya maenpo Cikalong gerakannya begitu lembut dan tidak melukai namun menyelamatkan. Tujuannya untuk menjalin silaturahmi ke depan.”

‎Dulu sebelum maenpo bisa dipelajari setiap orang, maenpo hanya ditujukan bagi kaum elit atau orang pemerintahan Cianjur. Hal itu pun dikarenakan para sesepuh tidak ingin maenpo ini dijadikan alat untuk mencelakakan orang.

“Memang dulu tidak untuk umum, hanya segelintir golongan. Ada juga dikarenakan dulu belajar maenpo itu dilarang, terlebih zaman penjajahan”

Namun, melihat derasnya aliran beladiri luar yang masuk ke Cianjur, lanjut Aziz, pihaknya berupaya menancapkan bendera maenpo di tanah kelahiranya. “Maka dari itu saya minta izin sesepuh maenpo untuk mengibarkan maenpo supaya dikenal luas.”

Awalnya, apresiasi masyarakat Cianjur terhadap maenpo sangat kurang. Oleh karena itu, Aziz mencoba menyebarkan maenpo di luar kota dan luar negeri. Gerakanya yang melumpuhkan tanpa melukai kemudian membuat banyak yang meminati maenpo.

“Setelah besar di luar, warga Cianjur mulai mau mempelajarinya. Sampai sekarang mulai berkembang. Dulu saya ke Australia juga sampai. Bahkan kini banyak orang luar yang belajar maenpo.”

maenpo-cikalong
Aziz Asy’ari mempraktekkan jurus Cikalong yang terkenal.

Menurut Aziz, setiap gerakan maenpo Cikalong, kaidah yang diajarkan adalah madi, sahbandar, dan kari. “Jika sudah paham ketiganya maka sudah bisa menguasai berbagai jurus.”

Dia pun menjelaskan, para jawara maenpo Cikalong sebisa mungkin tidak melakukan tempelan atau menyentuh lawannya. Namun sekali kena, lawan sudah tak bisa melawan atau bergerak sedikitpun. Yang luar biasa, lawan takkan mengalami sedikit pun luka, bahkan terlihat tertawa. “Ini karena kaidahnya menyelamatkan dan menjalin silaturahmi. sesuai dengan karakter Cianjur yang lemah lembut,” kata dia.

Aziz mengakui, saat ini masih sulit menyebarkan maenpo kepada generasi muda. Pasalnya keberadaan beladiri lain. “Memang dari gerakan tidak memiliki daya tarik, makanya dibuatkan ibing atau seninya,” kata dia.

Tapi dia yakin, maenpo bisa besar di tanahnya sendiri. “Kami ini bukannya mundur, tapi baru maju sebab dari yang khusus golongan tertentu menjadi berkembang ke seluruh kalangan,” tandasnya. (isl)

Comments

comments