Perekaman e-KTP Dihentikan pada 30 September 2016

0
141

CIANJUR – Permohonan pembuatan e-KTP di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cianjur membludak menyusul keputusan dari Kementrian Dalam Negeri untuk menghentikan perekaman e-KTP pada 30 September 2016 nanti.

Setiap harinya, jumlah pemohon e-KTP bisa mencapai 1.200 orang. Peningkatan tersebut membuat jumlah antrean pencetakan e-KTP semakin panjang sementara ketersediaan blanko dari pusat masih minim.

Kepala Disdukcapil Kabupaten Cianjur, Moch. Ginanjar, mengungkapkan, peningkatan signifikan tersebut terjadi lantaran adanya keputusan dari Kementrian Dalam Negeri untuk menghentikan perekaman e-KTP pada 30 September 2016. Akibatnya mereka yang belum memiliki e-KTP akan kesulitan mendapatkan berbagai akses publik.

“Kalau tidak punya KTP kan tidak bisa membuat BPJS kesehatan dan berbagai pelayanan lainnya, sebab sekarang e-KTP sudah terintegrasi ke seluruh pelayanan. Makanya ada peningkatan yang pesat. Biasanya hanya 400 pemohon, tapi sekarang bisa 800 sampai 1.200 pemohon per hari,” papar Ginanjar, Selasa (6 September).

Menurutnya, peningkatan tersebut membuat pihaknya harus menambah jam pelayanan dari biasanya. Pembukaan pelayanan dimulai sejak pukul 07.00 WIB sampai sore, bahkan hingga pukul 19.00 WIB.

“Kami kerja ekstra sejak Agustus lalu, tidak jarang kami harus lembur demi pelayanan yang maksimal, sesuai juga dengan visi dan misi bupati.”

Ginanjar mengakui peningkatan tersebut membuat antrean sangat panjang, bahkan hingga ke luar Kantor Disdukcapil. Tapi hal tersebut sudah dimaksimalkan dengan percepatan layanan perekaman. “Kami juga mencari solusi dengan menyediakan tenda agar pemohon tidak kepanasan. Antrean yang begitu panjang membuat petugas kewalahan,” kata dia.

Meski begitu, Ginanjar yakin hingga akhir September seluruh warga sudah melakukan perekaman. “Yang tersisa ada 200 ribu, itu pun belum diverifikasi, bisa saja jumlahnya lebih kecil. “Makanya selain proses perekaman, kami juga verifikasi data jika ada yang meninggal dunia dan pindah domisili,” katanya.

Lonjakan permintaan tersebut membuat antrean cetakan juga bertambah. Disdukcapil Kabupaten Cianjur mencatat hingga Agustus 2016, sedikitnya 24.000 KTP menunggu untuk dicetak. Terbatasnya jumlah blangko dari pusat membuat daftar tunggu pencetakan e-KTP terus bertambah.

Pengadaan distribusi blangko KTP yang tidak sesuai dengan harapan daerah membuat proses pencetakan menjadi terhambat. Bahkan menurut Ginanjar, Cianjur yang rencananya dapat 11 ribu blangko, hanya mendapatkan setengahnya, itupun diberikan secara berkala. (isl)

Comments

comments