Pemohon SIM D untuk Difabel Masih Sedikit

0
134

CIANJUR – Pemohon SIM D di Kabupaten Cianjur masih sedikit, padahal ‎Satlantas Polres Cianjur telah menyediakan pelayanan SIM untuk kaum difabel (menyandang disabilitas) ini sejak lama.

Kasatlantas Polres Cianjur, AKP Erik Bangun Prakasa, menuturkan, dalam sebulan jumlah pemohon SIM D masih bisa dihitung jari. “Paling hanya satu atau dua orang yang membuat SIM D yang diperuntukan bagi pengendara dengan keterbatasan fisik,” katanya.

Sama halnya dengan pembuatan SIM untuk orang normal, para penyandang disabilitas juga menjalani tes baik pemahaman aturan berlalulintas maupun ujian praktek. Namun untuk ujian praktek, penyandang disabilitas membawa sendiri kendaraannya.

“Umumnya kendaraan modifikasi roda tiga, diberikan keleluasaan mengendarai kendaraan yang telah dikuasai pemohon. Prosedur sama tapi berbeda dalam prakteknya saja.”

Erik menjelaskan, untuk biaya pembuatan SIM sesuai dengan Peraturan Pemerintah RI Nomor 50 Tahun 2010 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak tarif resmi Pembuatan dan Perpanjangan SIM ialah Rp. 120.000 untuk pembuatan baru dan perpanjang senilai Rp. 80.000 bagi SIM A, B I, dan B II. Biaya pembuatan baru SIM C. ialah Rp 100‎.000 dan perpanjang sebesar Rp. 75.000, seentara SIM D sebesar Rp. 50.000 untuk buat baru dan perpanjang senilai Rp 30. 000.‎

“Memang lebih murah dibandingkan yang lain. Itu sudah ketentuannya.”

Erik mengakui, selama ini pemohon SIM D yang meyoritas penyandang lumpuh atau kelainan pada bagian kaki masih cukup minim. Hal itu dikarenan penyebaran informasi yang masih terbatas.

“Makanya kami imbau juga kepada penyandang disabilitas yang ingin membuat SIM silahkan datang ke pelayanan SIM Polres Cianjur. Biaya sesuai dengan ketentuan, tidak lebih besar. Jika ada yang meminta uang lebih silahkan laporkan,” tandasnya. (isl)

Comments

comments