Kadis yang Tak Becus Diminta Mengundurkan Diri

0
133

CIANJUR – Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar, bakal membuat kesepakatan dengan pejabat di Organisasi Pemerintahan Daerah (OPD) yang baru. Jika dalam tiga bulan OPD tidak menunjukan progres yang baik maka kepala dinas mesti mengundurkan diri dari jabatannya. Hal itu dilakukan untuk mempercepat pembangunan, namun tetap berkualitas sesuai visi dan misi Cianjur.

Irvan mengatakan, kesepakatan tersebut juga ada dalam Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara dimana kontrak kerja adalah satu tahun. Namun di Cianjur, masanya akan dipersingkat menjadi tiga bulan untuk mendorong para pejabat pemerintahan bekerja cepat dan tepat.

“Mereka yang tidak menunjukan kinerja baik maka dalam tiga bulan itu akan dipersilakan untuk mengundurkan diri, dan itu sudah disetujui oleh PNS di Cianjur.”

Menurut Irvan, para pejabat yang akan mengisi jabatan di OPD yang baru akan mengikuti proses seleksi oleh tim independen. Persyaratan dan penilaiannya akan disepakati bersama serta terbuka supaya tidak ada yang ditutup-tutupi. “Jadi transparan, tidak disodorkan ke Bupati namun mereka sendiri yang bisa melihat hasilnya, sehingga terlihat kompetensi setiap pejabat,” katanya.

Irvan mengatakan, saat ini Perda tentang Pembentukan OPD masih dalam evaluasi dan kajian Kemendagri, namun untuk mempercepat implementasi pihaknya akan membuat Peraturan Bupati.

“Masih dalam proses pembentukan, sebab harus sesuai  kesepakatan bersama juga. Tidak sepihak, sesuai kebutuhan untuk menunjang visi dan misi,” paparnya seraya menambahkan bahwa sesuai Perda tersebut, jumlah OPD akan diperkecil, dari yang semula 36 OPD menjadi 26 OPD.

Sementara itu Kepala Bidang Penyiapan Perumusan dan Kebijakan Reformasi Birokrasi Kementrian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB), Ananda Juarsa, menilai pejabat pemerintahan di Kabupaten Cianjur sudah memiliki progres kinerja yang cukup baik di bawah kepemimpinan Irvan Rivano Muchtar. Tetapi, dalam penerapan pekerjaan masih ada yang mesti diluruskan, seperti halnya Indikator Kinerja Utama (IKU) dimana masih ada pejabat yang keliru memaknainya.

“Semuanya sudah bagus dan terlihat mereka sudah buat segala perencanaan kinerja. Walaupun ada beberapa hal yang mesti diperbaiki untuk menuju kesempurnaan kerja,” tandasnya. (isl)

Comments

comments