Pemuda Dirawat Setelah Dibacok Oknum Santri

0
172

CIANJUR – Dua orang pemuda yaitu Irfan Nawawi (20 tahun) dan Helmy (24 tahun) harus mendapatkan perawatan serius karena luka bacok di punggung dan kepala setelah diserang oleh oknum santri yang melakukan sweeping geng motor, Sabtu (3 September) malam. Bahkan, keduanya harus mendapatkan belasan jahitan lantaran luka serius.

Sweeping yang dilakukan oleh para santri tersebut merupakan buntut dari pemukulan sejumlah santri beberapa waktu lalu oleh orang yang diduga geng motor di Jalan Prof. Moch. Yamin, Pabuaran, Kelurahan Sayang, Cianjur. Para santri melakukan aksi lantaran menganggap pihak kepolisian lamban menyelesaikan kasus dan masih belum menangkap para pelaku.

Aksi kekerasan yang menimpa dua pemuda tersebut terjadi sekitar pukul 00.30 WIB dini hari dimana ratusan santri dari berbagai pondok pesantren melakukan sweeping ke sejumlah jalur protokol. Ketika melintas ke Jalan Moch. Ali, rombongan melihat adanya sejumlah pemuda yang sedang nongkrong. Tidak lama setelah membubarkan kelompok tersebut, para santri langsung menyerang mereka termasuk mobil yang dikendarai hingga kaca dan bodinya rusak.

“Saya di situ baru sepuluh menit, datang mereka (santri, red) dan langsung menyuruh bubar. Saya, Helmy dan tante saya langsung nurut dan masuk ke mobil. Tapi begitu naik mobil ada yang narik keluar, langsung diserang. Saya dibacok pakai senjata tajam, Helmy dipukul pakai botol, tante saya mah hanya kena pecahan kaca tapi langsung shock,” papar Irfan di IGD RSUD Cianjur, Minggu (4 September) dini hari.

Menurut Hilman, luka bacokan senjata tajam tersebut cukup lebar, bahkan harus dijahit sebanyak 13 jahitan. Sementara temannya mendapatkan tiga jahitan di bagian kepala. “Karena dipukul cukup keras, Helmy langsung muntah-muntah,” kata dia.

Kabagops Polres Cianjur, Kompol Hilman, mengatakan, Polres akan menindaklanjuti aksi kekerasan tersebut dan memanggil sejumlah saksi serta pimpinan rombongan santri. Meski di satu sisi mereka menjadi korban pemukulan pada waktu lalu, namun mereka juga menjadi pelaku dalam aksi tersebut.

“Ketika jadi korban tentu akan kami lindungi dan segera menangkap pelakunya, tapi kalau sudah seperti ini kami juga akan proses mereka secara hukum. Segera saksi-saksi akan dipanggil untuk menangkap oknum yang melakukan aksi kekerasan hinga menimbulkan korban luka tersebut.”

Hilman mengungkapkan, aksi yang dilakukan para santri tidak dilaporkan kepada pihak kepolisian, sebab pada laporan awal para santri hanya akan melakukan istigosah. “Tidak ada pemberitahuan tersebut, aksi spontan mereka. Tapi kami lakukan langkah antisipasi dengan menerjunkan dua truk anggota Sabhara dan sejumlah angggota dari Polsek Cianjur, Cilaku, dan Karangtengah,” kata dia.

Di tempat lain, Habib Alaydrus, pimpinan aksi, mengatakan bahwa pihaknya mendesak kepolisian untuk segera menangkap para pelaku pengeroyokan santri oleh geng motor. Sebab dalam peristiwa tersebut dua orang santri luka berat. Jika tidak segera ditangkap, maka pihaknya akan menurunkan santri lebih banyak lagi. “Kalau tidak segera ditangkap tentu akan lebih banyak santri yang akan kami turunkan, mungkin se-Kabupaten Cianjur,” tegasnya. (isl)

Comments

comments