Jumlah Rumah Rusak Akibat Banjir Sindangbarang Bertambah

0
184
Foto ilustrasi: Banjir di Kroasia

CIANJUR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur menyatakan‎ jumlah rumah yang rusak akibat banjir bandang di Desa Girimukti Kecamatan Sindangbarang bertambah.

Berdasarkan laporan awal, jumlah rumah rusak akibat luapan Sungai Cikadu sebanyak 93 rumah, namun dari hasil assesment jumlah rumah rusak diketahui mencapai 198 rumah di‎ Kampung Bojongkoneng dan Kampung Simpang.

“Rumah yang rusak berat 125 rumah, 73 rusak ringan, serta 1 orang korban tewas bernama Itoh (51 tahun),” ujar Kepala BPBD Kabupaten Cianjur, Asep Suparman saat dihubungi melalui telepon seluler, hari ini (2 September).

Menurut Asep pihaknya telah berikan kebutuhan logistik bagi korban juga mengadakan normalisasi pada rumah-rumah penduduk, seperti saluran-saluran air yang tersumbat, dan membersihkan lumpur di rumah warga. “Kami dibantu warga sekitar berupaya menormaliasi wilayah yang terkena bencana. Hari ini juga kami kirimkan beberapa truk PDAM untuk pasokan air bersih.”

‎Asep mengungkapkan, pihaknya belum bisa melakukan relokasi warga, sebab mereka memilih untuk tetap tinggal di rumahnya lantaran sudah terbiasa dengan luapan sungai tersebut. Namun dia akan menempatkan sejumlah anggota BPBD serta relawan kebencaan untuk mengawasi dan mendampingi warga, supaya ketika muncul ciri bencana banjir susulan warga bisa segera diselamatkan.

“Itu kan tanah hak milik, jadi sulit untuk direlokasi. Warga juga sudah sejak lama tinggal di sana sehingga tidak mau pindah. Tapi kami sudah imbau untuk selalu waspada.”

Seperti yang diketahui, pada Rabu (31 Agustus) malam terjadi bencana banjir bandang di Desa Giri Mukti Kecamatan Sidangbarang. Hujan derah yang mengguyur kawasan tersebut membuat sungai Cikadu meluap dan membanjiri rumah warga. (isl)

Comments

comments