DPKAD Cianjur Ditagih Banyak Pemborong

0
192

CIANJUR – Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kabupaten Cianjur kembali mendapatkan banyak tagihan pencairan dari para pemborong. Sebelumnya pada Juli lalu, antrean ajuan pembayaran dari pemborong antre untuk mencairkan anggaran yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tersebut. Namun pencairan DAK bidang infrastruktur di tahap lanjutan belum cair dari Pemerintah Pusat.

Kepala Bidang Perbendaharaan Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kabupaten Cianjur, Enung ‎Sri Hayati,‎ mengatakan, untuk pengajuan bulan lalu, pihaknya mendapatkan gelontoran DAK sebesar 21 miliar rupiah. Namun akibat banyaknya pengajuan pencairan, dana tersebut sudah habis. “Yang sebelunya sudah dibayarkan, tinggal pengajuan yang baru. Anggarannya habis,” kata dia kepada Cianjur Ekspres, Rabu, 31 Agustus.

Tetapi, menurut Enung, anggaran yang digelontorkan kali ini tidak akan menutup seluruh pengajuan pencairan. Pasalnya dana yang didapat akan dipotong oleh anggaran bagi dinas PSDAP yang digunakan oleh Binamarga sebelumnya.

Enung memperkirakan, segala hutang kepada pemborong baru akan terlunasi pada akhir tahun ini. “Jadi sebelumnya anggaran PSDAP sebesar 7 miliar rupiah dipinjam dulu, dan itu diganti oleh pencairan kemarin. Jika cair kami akan dahulukan yang masuk pengajuan di awal, selebihnya menunggu pencairan selanjutnya. Tapi dipastikan kalau pada akhir tahun akan terlunasi semuanya.”

Dia menuturkan, pengajuan sudah diserahkan ke pusat. Jika tidak ada kendala, maka sepuluh hari ke depan dana sudah bisa turun. “Awalnya kan diajukan pada Selasa, 29 Agustus, tapi ada revisi jadi baru diajukan hari ini,” kata dia.

Untuk mengantisipasi hal serupa, lanjutnya, DPKAD akan berkoordinasi dengan Binamarga terkait lelang dan pencairan DAK. Pasalnya pencairan kali ini berbeda, tidak diberikan secara sekaligus melainkan secara bertahap dan per urusan.

“Jadi harus disinkronkan, jangan sampai antrean ini terjadi lagi. Kesalahan bukan di kami tapi kalau‎ seperti ini yang salah sepertinya DKPAD, padahal tidak ada mengendapkan uang. Kan uangnnya nol karena pencairan bertahap.”

Kepala Dinas Binamarga Kabupaten Cianjur, Atte Adha Kusdinan, menuturkan bahwa ‎Cianjur mendapatkan gelontoran DAK sebesar 60 miliar rupiah di tahun ini. Urusan pencairan, menurutnya, berada di pemerintah pusat kepada DPKAD. “Urusan keuangan itu di luar dari kewenangan saya, yang penting sudah melakukan pembangunan dan melelangkan.”

Menurut Atte, percepatan proses lelang dilakukan sesuai instruksi dari presiden agar segera melelangkan seluruh proyek pembangunan. “Jadi kami hanya mematuhi perintah yang paling atas. Malah kalau ditunda-tunda nanti penilaian terhadap Cianjur akan buruk,” tutupnya. (isl)

Comments

comments